Home Jubah Sorban Kacamata Pena
6
Feb
English Indonesia
Login Register
 
   
 
 

Rasulullah bersabda:
Barangsiapa yang tidak memiliki perasaan kasih sayang, maka ia tidak akan disayangi. Sayangilah seluruh penduduk dunia, niscaya seluruh penduduk langit akan menyayangimu.”  (Al-Hadits)

 
 
Media Kalender Forum Bazar
 
 
Latest Articles
 
Rabu, 4 Januari 2012
 
Allah menciptakan manusia sebagai para khalifah-Nya… more
Kamis, 29 Desember 2011
 
Apakah kematian itu? Definisi mati menurut ilmu kedokteran… more
Kamis, 22 Desember 2011
 
Mati adalah sebuah rahasia dan hanya Allah Swt. yang… more
Selasa, 1 November 2011
 
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang istimewa… more
Kamis, 20 Oktober 2011
 
Di dalam Bahasa Indonesia, para penutur bahasa Indonesia… more
Rabu, 28 September 2011
 
Sholat tahajjud adalah salah satu sholat yang diperintahkan… more
Senin, 29 Agustus 2011
 
Kata puasa sudah demikian populernya di tengah masyarakat… more
 
 
 
Tasawwuf
 
Related Articles
Antara Marah dan Murka
Kamis, 22 Dzulkai'dah 1432 H / 20 Oktober 2011
Di dalam Bahasa Indonesia, para penutur bahasa Indonesia modern hampir tidak bisa lagi membedakan antara nilai rasa pada kata marah dan nilai rasa pada kata murka. Kedua kata tersebut sudah…more
 
Membina Hati
Senin, 12 Jumadil Akhir 1432 H / 16 Mei 2011

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk membina akhlak ummat manusia, membersihkan hati mereka dan kemudian mengajarkan syari’at Islam kepada mereka, agar mereka muncul sebagai manusia yang unggul di dunia dan akhirat.

Baginda Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia

Untuk lebih jelasnya lagi marilah kita ikuti uraian Firman Allah berikut ini, yaitu Qur’an Surat Al Jum’ah ayat 2:

Dialah (Allah ) yang telah mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul dari kalangan mereka, untuk membacakan ayat-ayat Nya kepada mereka, dan membersihkan hati mereka. Dan (kemudian) mengajarkan kepada mereka  kitab (Alqur’an) dan hikmah (sunnah___( yaitu ilmu, pen.). Dan sesungguhnya mereka sebelum itu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.”

more
 
Menangis Adalah Sunnah Dalam Islam
Kamis, 10 Dzulkai'dah 1430 H / 29 Oktober 2009
Menangis Adalah Sunnah Dalam Islam Menangis adalah hal yang manusiawi pada diri manusia. Menangis bukanlah menunjukkan kelemahan jiwa seseorang. Salah besar jika ada anggapan bahwa orang yang rajin menangis adalah …more
 
Basmalah, dalam Agama Lain
Kamis, 26 Syafar 1431 H / 11 Februari 2010
Bismillahi arrahmani arrahimi adalah salah satu dari ayat Al Qur’an yang paling populer, serta paling sering dibaca oleh umat manusia. Bagi kaum muslimin yang menjaga shalat lima waktu, maka minimal…more
 
Istighfar, Perintah Memohon Ampunan dan Perlindungan
Kamis, 19 Syafar 1431 H / 04 Februari 2010

Kata istighfar dalam bahasa Arab berasal dari akar kata “ghafara”. Paling tidak ada 2 arti yang terkenal dari kata ghafara itu. Pertama, bagi sesuatu yang kotor, ghafara berarti mencuci, membersihkan kotorannya. Kedua, bagi benda yang bersih ghafara berarti melindungi atau menutupi agar tidak terkena kotoran. Misalnya, makanan yang terhidang di atas meja, perlu dijaga dan dilindungi dari bahaya lalat dan serangga lainnya termasuk kucing yang dapat mencuri makanan itu. Maka, diperlukan ‘tudung saji’ untuk menutup makanan yang terhidang di atas meja itu. Usaha menutup makanan itu agar selamat dari gangguan serangga dan lain-lain disebut ghafara.

Demikian juga tentang perintah istighfar dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Untuk orang yang berdosa, istighfar yang dilakukannya dimaksudkan untuk memohon ampunan atas segala dosa-dosanya. Biasanya istighfar jenis ini adalah untuk orang-orang awam.

Sedangkan untuk orang-orang yang bersih dari dosa seumpama para Nabi, para Rasul, orang-orang Shiddiq, dan para Wali, istighfar yang dilakukan lebih dimaksudkan untuk memohon perlindungan agar terhindar dari dosa dan tetap berada dalam keadaan suci. Itulah sebabnya kenapa didapati di dalam Al Qur’an dan Hadis tentang kisah para Nabi dan Rasul yang masih melakukan istighfar sampai beratus-ratus kali dalam sehari, termasuk istighfar yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam; apakah istighfar Nabi seratus kali sehari yang beliau lakukan dimaksudkan untuk memohon ampunan atas dosa beliau? Tentu tidak….! Nabi kita bersifat ma’shum, artinya bersih dari segala dosa, apalagi setiap Nabi wajib memiliki sifat Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah, bagaimana mungkin Nabi yang bersifat Shiddiq itu melakukan dosa, tentu tidak masuk akal!

Begitu juga dengan para ahli surga. Apabila mereka beristighfar di dalam surga lebih dimaksudkan untuk memohon perlindungan daripada memohon ampunan. Sebab bagaimana mungkin seseorang dapat masuk surga apabila belum mendapatkan ampunan dari Allah……? Dengan demikian jika bertemu kata istighfar/ghafara atas ahli surga, maka para ulama mengartikannya dengan memohon perlindungan agar tetap dalam posisi mulia dan terhormat seperti yang telah mereka dapatkan itu.

more
 
Silaturrahim
Rabu, 28 Rabiul Awal 1430 H / 25 Maret 2009
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak memiliki perasaan kasih sayang, maka ia tidak akan disayangi. Sayangilah seluruh penduduk dunia, niscaya seluruh penduduk langit akan menyayangimu.” (Al Hadits). Rahmah…more
 
Menahan Amarah
Selasa, 27 Rabiul Awal 1430 H / 24 Maret 2009
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang…more
 
 
Total pengunjung
102,615